Different Types Of Peace Symbol

Minggu, 18 Mei 2014

Sistem Bahan Bakar Motor Bensin

BAB 1
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang Masalah
Secara umum sistem bahan bakar pada sepeda motor berfungsi untuk menyediakan bahan bakar, melakukan proses pencampuran bahan bakar dan udara dengan perbandingan yang tepat, kemudian menyalurkan campuran tersebut ke dalam silinder dalam jumlah volume yang tepat sesuai kebutuhan putaran mesin. Cara untuk melakukan penyaluran bahan bakarnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sistem penyaluran bahan bakar dengan sendirinya (karena berat gravitasi) dan sistem penyaluran bahan bakar dengan tekanan.
Bahan bakar mempunyai peran penting dalam kendaraan, tanpa adanya bahan bakar kendaran tidak mampu berjalan dengan sendirinya. Kompnen bahan bakar serta sistemlah yang dapat membantu proses bahan bakar ke ruang bakar.
Kali ini saya membahas system bahan bakar konvensional karena bagi kami banyak sekali atau umum digunakan dikalangan masyarakat
B.            Rumusan Masalah
1.       Apakah kendaraan ampu berjaalan dengan sendirinya tanpa bahan bakar?
2.        Apa saja komponen system bahan bakar besrta fungsi dan cara kerjanya?
3.       Apa saja penyebab, kerusakan, dan perbaikannya







BAB II
PEMBAHASAN

A.     Komponen-komponen System Bahan Bakar Konvensional
1.    Tangki Bahan Bakar

Berfungsi untuk menampung bensin dalam kendaraan.  Tangki merupakan tempat persediaan bahan bakar. Pada sepeda mesin yang mesinnya di bawah maka tangki bahan bakar ditempatkan di belakang, sedangkan mobil yang mesinnya di belakang biasanya tangki bahan bakar ditempatkan di bagian depan. Kapasitas tangki dibuat bermacam-macam tergantung dari besar kecilnya mesin. Bahan tangki umumnya dibuat dari plat baja dengan dilapisi pada bagian dalam dengan logam yang tidak mudah berkarat. Namun demikian terdapat juga tangki bensin yang terbuat dari aluminium. Tangki bahan bakar dilengkapi dengan pelampung dan sebuah tahanan geser untuk keperluan alat pengukur jumlah minyak yang ada di dalam tangki. Berikut adalah bagian-bagian dari Tangki Bahan Bakar :
a.      Tank cap (penutup tangki)
berfungsi sebagai lubang masuknya bensin, pelindung debu dan air, lubang pernafasan udara, dan mejaga agar bensin tidak tumpah jika sepeda mesin terbalik.
b.      Filler tube
berfungsi menjaga melimpahnya bensin pada saat ada goncangan (jika kondisi panas, bensin akan memuai).
c.       Fuel cock (kran besin)
 berfungsi untuk membuka dan menutup aliran bensin dari tangki dan sebagai penyaring kotoran/partikel debu.

2.    Selang bahan bakar
Berfungsi sebagai saluran untuk mengalirkan bensin dari tangki ke karburator.
Selain itu terdapat pula saluran balik (fuel return line) yang mengalirkan sisa bensin dari karburator ke tangki bensin.
3.    Saringan Bensin (Fuel filter)
Fungsi dari saringan bensin adalah untuk menahan kotoran yang dikandung oleh bensin sebelum masuk ke pompa, jadi tempat saringan ini di antara baha bakar dan pompa bensin.
  1. Pompa Bensin  (Fuel Pump)
Pompa bensin mempunyai tugas memindahkan bahanbakar bensin dari tangki ke karburator dengan caramengisap bahan bakar bensin dari tangki dan mendesak keluar masuk ke karburator
  1. Karburator
Karburator memproses bahan bakar cair menjadi partikel kecil dan dicampur dengan udara sehingga memudahkan penguapan. Prosesnya serupa dengan penyemburan ( spray).
Fungsi dari karburator adalah:
a. Mengatur perbandingan campuran antara udara dan bahan bakar.
b. Mengubah campuran tersebut menjadi kabut.
c. Menambah atau mengurangi jumlah campuran tersebut sesuai dengan     kecepatan dan beban mesin yang berubah-ubah.
·                Syarat Pembakaran Yang Sempurna:
1. Tekanan Kompresi yang cukup
2. Percikan bunga api yang kuat
3. Campuran udara dan bahan bakar yang tepat
·                Teori Perbandingan Udara dan bahan bakar
Untuk dapat menghasilkan pembakaran yang sempurna, perbandingan bensin dan udara yang ideal adalah 1:14,7 yaitu satu bagian bensin dicampur 14,7 bagian udara.
Namun, karena mesin bekerja dalam kondisi yang berbeda, maka diperlukan campuran yang berbeda pula pada setiap kondisi.
·                Sistem-Sistem yang ada di Karburator:
1.      Sistem Pelampung
Sistem pelampung digunakan untuk menjaga agar permukaan bahan bakar didalam karburator (ruang pelampung) selalu konstan, tidak terlalu rendah maupun tidak terlalu tinggi. Sistem pelampung ini akan menjaga agar pompa bahan bakar tidak memompakan bahan bakar terlalu banyak kedalam karburator, sehingga sistem karburator dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan campuran bahan bakar dengan udara yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh motor.
Untuk menjaga permukaan bahan bakar didalam ruang pelampung pelampung bergerak naik turun sesuai dengan permukaan bahan bakarnya sekaligus menggerakkan jarum pelampung.
Cara kerja dari sistem pelampung ini adalah pada saat permukaan bahan bakar didalam ruang pelampung turun karena bahan bakar telah digunakan oleh motor, maka pelampung akan ikut turun bersama permukaan bahan bakar tersebut. Dengan turunnya pelampung maka katup jarum pun akan ikut bergerak kebawah sehingga lepas dari dudukannya yang berarti membuka saluran bahan bakar dari pompa bahan bakar masuk keruang pelampung.
2.       Sistem Choke
Sistem choke (cuk) digunakan untuk mensuplai campuran bahan bakar yang sangat gemuk sehingga motor dapat hidup walaupun dalam keadaan dingin, terutama pada saat motor distarter dalam keadaan dingin. Hal ini diperlukan karena pada saat motor distarter putarannya rendah sehingga aliran udara melalui karburator juga lamban. Disamping itu karena dinding manifold yang dingin, maka campuran bahan bakar dengan udara yang lewat manifold akan mengembun sehingga campuran yang sampai kedalam silinder sangat kurus dan motor akan sulit hidup atau bahkan tidak bisa hidup.
Prinsip kerja cuk ini adalah dengan menutup saluran udara pada karburator sehingga udara yang masuk kedalam karburator terhambat. Dengan tertutupnya saluran udara ini maka kevakumannya yang ditimbulkan akibat isapan dari piston akan diteruskan ke saluran udara pada karburator yang tertutup bagian atasnya ini. Karena bagian atasnya tertutup sedang kevakumannya cukup tinggi maka bahan bakar dari dalam ruang pelampung akan terisap keluar baik melalui sistem idel, sistem putaran rendah, dan melalui pemancar utama sehingga karburator menghasilkan campuran bahan-bahan bakar dengan udara yang sangat gemuk. Karena campuran yang dihasilkan cukup gemuk. Karena campuran yang dihasilkan cukup gemuk, maka walaupun pada saluran pemasukan cukup dingin sehingga terjadi pengembunan dan sebagian bahan bakarnya menempel pada bagian ini, sebagian dari bahan bakarnya akan ada yang sampai pada silinder sehingga motor dapat hidup atau bekerja. Adapun cara penggerakan cuk ini ada beberapa macam. Ada yang digerakkan secara manual dan ada yang digerakkan secara otomatis.
3.      Sistem Idle Fast (Fast Idel Mechanism)
Sistem idle fast adalah sistem yang bekerja pada karburator pada saat mesin dihidupkan untuk warming up. Untuk mendapatlan putaran idle yang ideal pada temperature rendah maka putaran idle perlu dinaikan. Hal ini berbeda pada saat menghidupkan mesin pada saat temperature rendah yaitu membutuhkan campuran yang kaya. Sistem ini ditambahkan pada karburator dengan tujuan untuk membantu membuka throttle valve agar putaran mesin bertambah.
Cara kerjanya ketika karburator di choke maka fast idle cam follower yang dipasangkan pada sliding rod berhubungan dengan batang throttle yang berlawanan dengan fast idle cam sehingga throttle membuka sedikit. Dengan demikian putaran idle akan bertambah tinggi sesuai dengan membukanya katup choke. Sesudah mesin panas, cuk membuka penuh dan fast idle masih tetap berjalan.

4.       Sistim Idel (Idle)
Sistem idel sering juga disebut dengan sistem putaran langsam. Yang dimaksud dengan sistem putaran langsam adalah sistem pada karburator yang dapat mensuplai bahan bakar kepada motor agar motor tetap berputar pada saat tidak ada beban.
Pada saat motor berputar tanpa beban atau idel katup gas dalam posisi hampir tertutup, sehingga aliran udara yang melalui venture tidak mampu menghasilkan kevakuman pada venture yang akan mengakibatkan tidak adanya bahan bakar yang dapat terserap melalui pemancar utama. Akan tetapi dibawah katup gas kevakumannya cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyerap bahan bakar melalui sistem putaran langsam
Adapun cara kerja dari sistem idel ini adalah sebagai berikut. Pada saat motor berputar sedang posisi katup gas sedang dalam keadaan menutup, maka kevakuman dibawah katup gas cukup tinggi. Kevakuman ini akan diteruskan keruang pelampung melalui lubang idel, saluran idel, ekonomiser, spruyer putaran lambat, baru sampai ke ruang pelampung dimana bahan bakar berada. Karena kevakuman ini maka bensin akan mengalir dari ruang pelampung ke manifold, hal ini karena tekanan pada permukaan bahan bakar tetap sama dengan tekanan udara luar sedang didalam manifold terjadi kevakuman sehingga karena perbedaan tekanan ini maka akan memungkinkan terjadinya aliran. Jumlah bahan bakar yang mengalir dari ruang pelampung ini jumlahnya ditentukan oleh besarnya spruyer putaran lambat (disamping kevakuman yang timbul besar atau kecil). Atau dengan kata lain spruyer putaran lambat, membatasi jumlah maksimum bahan bakar yang mengalir, sehingga dapat mencegah kemungkinan terjadinya penyaluran bahan bakar yang berlebihan dari ruang pelampung. Melalui saluran baipas (by pass) udara dari luar terhisap masuk dan bercampur dengan bahan bakar didalam saluran idel ini, sehingga terbentuk apa yang disebut apa yang disebut butiran-butiran bahan bakar dan udara yang bercampur tetapi butiran tersebut masih cukup kasar.
5.      Sistem Putaran Lambat
Sistem putaran lambar sering disebut juga degan istilah “off-idle system” yang fungsinya untuk menambahkan produksi campuran bahan bakar dengan udara kedalam silinder pada saat katup gas dibuka lebih lebar lagi, tetapi pemancar utama belum mampu mengeluarkan bahan bakar. Jadi sistem putaran lambat ini merupakan jembatan perpindahan dari putaran idel keputaran yang lebih tinggi. Hal ini ditambahkan karena pada saat itu sistem idel tidak mampu menghasilkan campuran bahan bakar dengan udara sesuai dengan kebutuhan motor.
Apabila karburator tidak dilengkapi dengan sistem putaran lambat maka perpindahan dari idel  keputaran yang lebih tinggi akan terasa ada getaran yang timbul dan motor seakan-akan mau macet. Hal ini terjadi karena kebutuhan campuran bahan bakar dengan udara tidak terpenuhi sesuai dengan kebutuhan. Gambar 2. Menunjukkan kerja dari sistem kecepatan rendah.
Sistem putaran lambat mulai bekerja pada saat katup gas dibuka semakin lebar. Karena katup gas dibuka semakin lebar maka lubang kecepatan rendah akan berhubungan dengan vakum dari silinder melalui manifold. Kevakuman ini akan menarik bahan bakar dari ruang pelampung melalui lubang dan saluran seperti pada idel hanya ditambahi dengan melalui lubang kecepatan rendah sehingga campuran yang dihasilkan oleh karburator dapat memenuhi kebutuhan motor. Apabila katup gas dibuka semkain lebar maka akan membuka lubang putaran rendah dan berikutnya sehingga akan terjadi penambahan campuran bahan bakar dengan udara sesuai dengan kebutuhan motor.
Apabila katup gas dibuka menjadi semakin lebar maka baik sistem putaran lambat (rendah) maupun sistem idel sudah tidak mampu memnuhi kebutuhan campuran bahan bakar dengan udara sehingga yang bekerja adalah sistem yang lain lagi yaitu sistem putaran tinggi.
6.      Sistem Putaran Tinggi
Pada saat sistem idel dibantu dengan sistem putaran rendah bekerja dan katup gas dibuka semakin lebar maka sistem putaran tinggi secara perlahan-lahan mulai bekerja. Dengan bekerjanya sistem putaran tinggi ini maka tugas sistem idel dan putaran rendah sudah berakhir, karena kevakuman pada lubang idel dan lubang putaran rendah sudah tidak mampu lagi menarik atau menghisap bahan bakar dari ruang pelampung maka kedua sistem tersebut akan berhenti dengan sendirinya.
7.      Sistem Penambahan Tenaga
Sistem penambahan tenaga ini akan membantu untuk menambahkan bahan bakar yang mengalir melalui pemancar utama dengan jalan membuka saluran baru atau memperlebar saluran spuyer utama. Sistem ini dpat dilihat pada gambar 4. Pada gambar tersebut ditunjukkan sistem penambah tenaga dengan menggunakan sistem kevakuman yang dihasilkan oleh motor itu sendiri, yang biasanya dihubungkan dengan mekanisme penambah tenaga ini dengan saluran kevakuman di dalam karburator.
8.      Sistem Percepatan
Apabila katup gas dibuka dengan tiba-tiba dari posisi tertutup atau hamper tertutup, maka yang lebih cepat masuk kedalam silinder adalah udara sehingga motor bisa tersendat-sendat atau bahkan bisa macet atau mati. Hal ini terjadi karena berat jenis udara lebih kecil dibandingkan dengan berat jenis bahan bakar. Untuk mengatasi kesulitan ini maka didalam karburator dilengkapi dengan sistem pecepatan yang fungsi utamanya adalah menambahkan bahan bakar pada saat pedal gas atau katup gas dibuka dengan tiba-tiba. Pompa yang digunakan pada sistem ini adalah model plunyer atau model membrane yang dipasang pada ruangan tersendiri didalam karburator. Pompa ini digerakkan dengan hubungan dengan pembuka pedal gas atau katup gas.
9.      Sistem Dieseling
Dieseling adalah berputarnya mesin setelah kunci kontak dimatikan. Meskipun kunci kontak telah dimatikan, mesin masih bisa hidup karena pada ruang bakar ada panas (bara api). Terjadinya proses pembakaran bukan karena nyala api dari busi, tetapi dari tumpukan karbon (deposit) yang membara.
Adapun cara kerja anti dieseling adalah apabila kunci kontak di ON kan, maka arus akan mengalir dari baterai ke solenoid sehingga selonoid akan menjadi magnit. Akibatnya katup tertarik sehingga saluran pada economiser jet terbuka dan bahan bakar dapat mengalir ke idle port. Setelah kunci kontak dimatikan, arus yang ke solenoid tidak ada sehingga kemagnitannya hilang. Akibatnya katup solenoid turun ke bawah karena adanya pegas sehingga saluran pada economiser jet tertutup. Dengan demikian tidak akan terjadi dieseling karena bahan bakar tidak dapat mengalir ke idle port.
10.  Hot Idel Compensator (HIC)
Apabila kendaraan berjalan lambat dan temperatur di sekelilingnya tinggi, maka temperatur di dalam komponen mesin akan naik. Hal tersebut akan menyebabkan bahan bakar dalam ruang pelampung banyak yang menguap dan masuk ke intake manifold.
Akibatnya campuran udara dan bahan bakar menjadi gemuk sehingga memungkinkan putaran idel kasar. Oleh karena itu pada karburator perlu dilengkapi dengan HIC untuk mengatasi masalah tersebut.
Pada saat temperatur mesin naik, maka bimetal membuka thermostatic valve, sehingga udara dari air horn mengalir ke dalam intake manifold melalui saluran udara dalam flange sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi normal kembali. Katup thermostatic mulai membuka apabila temperatur di sekeliling elemen bimetal telah mencapai 55˚ C dan akan membuka penuh pada temperatur 75˚ C.
11.  Sistem Deceleration Fuel Cut-Off
Pada saat deselerasi, throttle valve akan menutup rapat sementara putaran mesin masih tinggi. Hal tersebut mengakibatkan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar lebih banyak sehingga campuran menjadi gemuk. Untuk itu pada karburator perlu dilengkapi dengan “Deceleration Fuel Cut-Off System“ yang berfungsi menutup aliran bahan bakar dari slow port sehingga konsentrasi CO dan HC dapat diturunkan.
Selama pengendaraan normal dengan putaran mesin di bawah 2000 rpm, solenoid valve pada posisi ON. Pada saat ini saluran bahan bakar pada slow port terbuka karena solenoid mendapat masa dari Emission Control Computer.
Apabila putaran mesin mencapai 2000 rpm atau lebih,  Emission Control Computer akan menghubungkan arus solenoid ke masa melalui vacuum switch. Pada saat ini vacuum switch pada posisi ON karena vacuum pada TP port lebih kecil dari 400 mmHg.
Apabila pada putaran mesin di atas 2000 rpm, kemudian pedal gas tiba-tiba dilepas (deselerasi) maka vacuum pada TP port akan lebih besar dari 400 mmHg, vacuum switch akan OFF dan solenoid valve tidak mendapat masa sehingga solenoid valve menutup saluran bahan bakar yang ke slow port.
Apabila putaran mesin mencapai 2000 rpm , maka solenoid valve akan mendapat masa dari emission control computer kembali sehingga saluran bahan bakar yang ke slow port dan idle port terbuka dan bahan bakar akan mengalir kembali. Hal tersebut untuk mencegah mesin mati dan mempertahankan agar mesin dapat hidup pada putaran idle.
12.  Dashpot
Apabila mesin sedang berputar pada putaran tinggi, kemudian tiba-tiba kunci kontak dimatikan, maka pada ruang bakar akan terjadi kelebihan bahan bakar. Bahan bakar masuk ke ruang bakar dalam jumlah  banyak karena kevakuman yang terjadi di bawah katup throttle cukup tinggi. Hal tersebut dapat terjadi karena katup throttle pada posisi menutup, sementara putaran mesin masih tinggi.
Fungsi dashpot adalah untuk memperlambat penutupan katup throttle dari putaran tinggi, sehingga tidak akan menambah emisi gas buang. Adapun cara kerjnya adalah sebagai berikut :
ü  Selama pengendaraan berjalan normal, tidak ada vakum pada TP port, sehingga pegas dalam TP port menekan diafragma ke kiri menggerakkan TP adjusting screw ke kiri.
ü  Selama perlambatan, tuas pengait pada katup throttle menyentuh adjusting screw, mencegah katup throttle menutup penuh. Kemudian vakum dari TP port bekerja pada diafragma melalui jet memungkinkan katup throttle berangsur-angsur menutup.
13.  Unloader mechanism
System ini biasanya hanya ada pada karburator dengan system choke otomatis. System ini berfungsi untuk mencegah agar campuran tidak terlampau kaya saat mesin dalam kondisi dingin, keadaan katup chuk tertutup dan kendaraan dalam keadaan dijalankan (bila katup choke tertutup saat diakselerasi maka kendaraan akan berhenti dengan tiba- tiba ).
14.  Auxiliary acceleration pump
System ini berfungsi untuk menambah bensin yang disalurkan oleh pompa akselerasi utama pada saat mesin dingin.
15.  Throttle positioner sistem
Bila secara tiba- tiba pedal gas dilepaskan maka throttle valve dengan cepat akan berada pada posisi putaran lambat, hal ini menyebabkan campuran udara dan bensin menjadi tidak normal (bila campuran tidak normal pada pembakaran akan banyak terdapat HC (hydrocarbon ) dan CO (carbondioxide). Sistem ini berfungsi untuk menahan throttle valve setelah pedal gas dilepaskan
16.  Positive crankcase ventilation sistem
PCV system dilengkapi untuk mencegah mengalirnya blow by gas (campuran udara dan bensin yang bocor) ke udara luar. Pencegahan tersebut dilakukan dengan jalan mengalirkan kembali blow by gas ke intake manifold yang seterusnya dibakar kembali keruang bakar.

·                Komponen  Karburator
a.    Mangkok karburator (float chamber) Berfungsi untuk menyimpan bensin pada waktu belum digunakan. 
b.    Klep/Jarum Pelampung Berfungsi untuk mengatur masuknya bensin kedalam mangkok karburator. 
c.    Pelampung (float) Berfungsi untuk mengatur agar tetapnya bahan bakar didalam mangkok karburator.
d.   Skep/Katup Gas Berfungsi untuk mengatur banyaknya gas yang masuk kedalam silinder.
e.    Pemancar Jarum (main jet/needle jet) Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu motor di gas besarnya diatur oleh terangkatnya jarum skep. 
f.     Jarum Skep/Jarum Gas (jet needle) Berfungsi untuk mengatur besarnya semprotan bensin dari main nozzle pada waktu motor di gas. 
g.    Pemancar besar /induk (main jet) Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu motor di gas full (tinggi). 
h.    Pemancar kecil/stasioner (slow jet). Berfungsi untuk memancarkan bensin waktu langsam/stationer.
i.      Sekrup Gas/Baut Gas (throttle screw) Berfungsi untuk setelan posisi skep sebelum di gas. 
j.      Skrup udara/baut udara (air Screw) Berfungsi untuk mengatur banyaknya udara yang akan dicampur dengan bahan bakar. 
k.    Katup Cuk (choke valve) Berfungsi untuk menutup udara luar yang masuk ke karburator sehingga gas menjadi kaya digunakan pada waktu start.














BAB III
PENUTUP
A.          Kesimpulan
Sistem bahan bakar sepeda motor pada umumnya terdiri dari beberapa komponen antara lain yaitu : Tangki bensin , Saringan bensin, selang bensin dan karburator. Pada tangki bensin dilengkapi dengan pengukur tinggi bensin, untuk tipe ini pada karburator dilengkapi kran bensin . Apabila keran bensin dibuka maka secara alamiah bensin akan mengalir menuju ke karburator. Agar bensin yang masuk ke karburator bersih dari kotoran terlebih dahulu disaring oleh saringan bensin.
B.       Saran
Saran yang dapat penulis sampaikan pelajarilah lebih dalam tentang Sistem Bahan Bakar karena dengan mempelajari lebih dalam lagi maka kita akan mudah memahami tentang Sistem Bahn Bakar.



















Daftar Pustaka
 http://blkimojokerto.wordpress.com/2009/07/01/sistem-bahan-bakar-konvensional/
 http://id.scribd.com/doc/93625993/Sistem-Bahan-Bakar-Konvensional
Daryanto (2010). Teknik Servis Mobil. Rineka Cipta: Jakarta
http://aannurafifi.blogdetik.com/2012/12/12/cara-perawatan-karburator/
Sumber : lativvital.blogspot.com
http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/07/komponen-komponen-dari-karburator-dan.html
http://otomotif-jogjaevol.blogspot.com/p/karburator-karburation.html



1 komentar:

  1. The king casino no deposit bonus, free spins, bitcoin - CommunityKhabar
    No 1xbet korean deposit www.jtmhub.com bonus, free deccasino spins, bitcoin. No deposits bonus. No https://febcasino.com/review/merit-casino/ withdrawals, bitcoin no deposit bonuses, free communitykhabar spins, bitcoin, 10k followers.

    BalasHapus